blog-img

Berlatih Kemandirian Santri Kelas Tinggi SDTQ Al Ihsan Ikuti Kegiatan Perkemahan Pasca SAS Ganjil

Operator | 20/12/2025 | Kegiatan Sekolah

Paciran, 17/12. Sekitar 60 santri kelas 4, 5, dan 6 SDTQ Al Ihsan mengikuti kegiatan perkemahan yang dilaksanakan pada Rabu–Kamis, 17–18 Desember 2025, di Bumi Perkemahan Leha-Leha, Paciran. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter santri melalui aktivitas kepramukaan, kemandirian, serta penguatan kebersamaan di alam terbuka.
Sejak pagi hari, santri tampak kompak diantar oleh orang tua masing-masing menuju lokasi perkemahan dengan membawa perlengkapan pramuka dan perlengkapan kemah lengkap. Tepat pukul 06.30 WIB, santri telah berkumpul di bumi perkemahan. Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan upacara pembukaan perkemahan sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Dengan pembina upacara Ustadz Imam Muslihin selaku kepala sekolah menyampaikan, ``kegiatan perkemahan ini merupakan wujud belajar kemandirian di alam terbuka, sekaligus semakin mencintai ciptaan Allah dengan semakin mengenal lingkungan alam``.
Usai upacara pembukaan, santri dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membangun tenda. Dengan pendampingan asatidz, santri tetap dilatih untuk mandiri dan bekerja sama dalam mendirikan tenda kelompok masing-masing. Proses pembangunan tenda berlangsung sekitar satu jam dan berjalan tertib serta penuh semangat kebersamaan.
Setelah tenda selesai didirikan, santri beristirahat sejenak dan menikmati makan siang bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persiapan outbound dan penjelajahan yang melatih kekompakan, keberanian, serta ketahanan fisik. Menjelang sore, santri bergegas mandi sore, dilanjutkan dengan materi kepramukaan, sholat berjamaah, mengaji bersama, dan makan malam.
Malam hari diisi dengan renungan malam dan kegiatan api unggun yang berlangsung hangat dan khidmat. Kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan bakar-bakar bersama kelompok dan asatidz. Suasana penuh keakraban ini menjadi momen berharga bagi santri untuk saling mengenal dan mempererat ukhuwah.
Pada malam hari sempat turun hujan ringan, namun seluruh kegiatan tetap berjalan dengan baik. Sekitar pukul 12.30 WIB, hujan deras mengguyur area perkemahan. Demi menjaga keselamatan, santri putri dievakuasi ke pendopo darurat, sementara santri putra diarahkan ke tenda ustadzah yang lebih aman. Kondisi tersebut menjadi pembelajaran bagi santri untuk tetap tenang, mandiri, dan siaga dalam situasi darurat.
Keesokan paginya, seluruh santri melaksanakan sholat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan senam dan jalan pagi. Setelah sarapan, santri menikmati kegiatan berenang bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang nasi goreng sebelum santri bersiap untuk kepulangan.
Sebelum pulang, santri bersama asatidz menata dan membereskan tenda serta perlengkapan kemah. Kegiatan kemudian ditutup dengan upacara penutupan perkemahan. Santri dijemput langsung oleh orang tua di lokasi perkemahan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan perkemahan berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. Semoga momen ini menjadi pengalaman yang berkesan dan pembelajaran yang bermakna untuk kehidupan para santri ke depannya. Aamiin.

Bagikan Ke:

Populer