Paciran - Pagi itu, Selasa (31/3/2026), langkah-langkah kecil para santri SDTQ Al Ihsan sudah mengarah ke SDN Paciran 1 sejak pukul 07.00 WIB. Dengan diantar para orang tua ke lokasi, santri berseragam busana muslim rapi dan hati yang mungkin berdebar. Sebanyak 29 santri kelas 2 dan 3 hadir untuk mengikuti ujian hafalan Juz 30 dalam program Gerakan Lamongan Menghafal Al Qur`an (GLMQ).
Bukan sekadar ujian, momen ini terasa seperti perjalanan yang sedang dituai hasilnya. Hari-hari mengulang hafalan, suara lirih yang terus dilatih, hingga dukungan dari asatidz dan orang tua semuanya bermuara di pagi itu.
Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan pada pukul 07.30 WIB bersama guru KKG PAI Kecamatan Paciran. Para santri berdiri rapi, mendengarkan arahan dengan wajah serius namun tetap menyimpan semangat.
Setelah itu, mereka memasuki ruang-ruang kelas yang telah dibagi. Di dalamnya, satu per satu santri maju untuk menyetorkan hafalannya kepada penguji. Semuanya berusaha, semuanya berjuang dengan caranya masing-masing.
Bagi SDTQ Al Ihsan, keikutsertaan 29 santri ini bukan hanya soal hasil akhir. Ini tentang keberanian para santri untuk mencoba, tentang proses panjang yang mereka lalui, dan tentang harapan agar Al Qur`an selalu dekat di hati mereka.
Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti oleh 176 peserta dari berbagai sekolah SD di Kecamatan Paciran. Setelah ujian selesai, anak-anak diperbolehkan pulang, membawa lega sekaligus harap. Sementara itu, hasil kelulusan akan diumumkan pada waktu mendatang.
Apapun hasilnya nanti, hari itu sudah menjadi cerita berharga. Tentang para santri yang belajar menguatkan hati, menjaga hafalan, dan melangkah lebih dekat dengan Al Qur`an.