Blimbing (3/1), nuansa semangat begitu terasa di SDTQ Al Ihsan. Setelah libur semester dan pergantian tahun, langkah-langkah kecil para santri kembali memenuhi halaman sekolah, membawa serta harapan baru, dan wajah-wajah yang siap menjemput hari-hari belajar di semester baru.
Sejak pukul 06.30 WIB, santri mulai berdatangan dengan seragam olah raga berwarna oranye. Warna cerah itu bukan sekadar seragam, tetapi seolah menjadi simbol keceriaan dan kesiapan mereka untuk kembali ke ruang-ruang ilmu.
Hari pertama diawali dengan sholat dhuha dan zikir pagi yang dipimpin oleh Ustadz Imam, kepala SDTQ Al Ihsan. Dalam suasana yang hening nan khusyuk, para santri menundukkan kepala, menata kembali niat, dan menyerahkan setiap langkah belajarnya kepada Allah. Ada ketenangan yang mengalir, mengawali semester dengan doa dan harap. Dilanjutkan zikir pagi dan penyampaian sapaan hangat kepada para santri.
Kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi bersama di halaman sekolah. Barisan yang rapi, langkah yang seirama, dan canda kecil yang muncul sesekali menghadirkan kebersamaan yang hangat. Di sanalah para santri belajar bahwa sehat, disiplin, dan kebersamaan berjalan seiring.
Setelah olah raga bersama, para santri kembali ke kelas untuk membersihkan dan merapikan ruang belajar. Para santri menata bangku, menyapu lantai, dan merapikan kelas sebagai bentuk tanggung jawab bersama agar suasana belajar esok hari menjadi nyaman dan kondusif. Kegiatan dilanjutkan dengan istirahat. Menjelang kepulangan, para santri latihan vokal nasyid perjuangan. Suara-suara menggema memenuhi ruang, mengobar semangat, keberanian, dan kepercayaan diri. Hari pertama pun berakhir sekitar pukul 11.00 WIB, ditutup dengan wajah-wajah lelah namun penuh senyum.
Keesokan harinya di hari kedua, suasana lebih tenang dan khidmat. Santri datang mengenakan pakaian serba putih. Santri putra dengan baju putih, sarung, dan peci SDTQ Al Ihsan, sementara santri putri tampil anggun dan sederhana dengan pakaian serba putih. Mereka berkumpul di halaman sekolah, duduk rapi, bersiap mengikuti kegiatan khotmul qur`an bersama para ustadz dan ustadzah.
Ayat-ayat suci Al Qur`an juz 30 mengalun lembut, memenuhi lingkungan sekolah, menggetarkan hati bagi setiap telinga yang mendengar. Di momen itu, para santri tidak hanya membaca, tetapi juga belajar mencintai Al qur`an sebagai teman perjalanan mereka dalam menuntut ilmu.
Dua hari yang sederhana, namun penuh makna. Di SDTQ Al Ihsan, awal semester tidak hanya dibuka dengan kegiatan, tetapi dengan doa, kebersamaan, dan upaya menumbuhkan hati. Sebab di sanalah pendidikan sejati bertumbuh, di antara ilmu, adab, dan cinta kepada Al Qur`an.